6 Kali Nonton ‘Sang Pencerah’, Din Syamsuddin Mengaku Tak Bosan


Jakarta – Menonton film berkali-kali tentu akan menimbulkan rasa bosan. Tapi lain halnya bagi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia mengaku tak bosan menonton film yang sama sebanyak 6 kali berturut-turut.

Tapi maklum saja, sebab yang dia tonton adalah film mengenai pendirian
organisasi Islam yang kini dipimpinnya. Film tersebut berjudul ‘Sang Pencerah’ garapan sutradara muda Hanung Bramantyo.

Film itu kini diputar luas di jaringan bioskop 21 atau XXI. Atas undangan Din, sejumlah tokoh telah menonton film sejarah tersebut. Terakhir adalah Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati yang diundangnya menonton di bioskop Plaza Indonesia XXI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2010).

“Bagi saya, ini yang keenam kalinya. Jadi tugas baru pimpinan Muhammadiyah saat ini adalah mendampingi nonton bareng. Tapi walau sudah enam kali menonton, saya tidak bosan, malah makin asyik. Kalau nggak percaya tontonlah lagi,” kata Din yang disambut tawa penonton.

Sedikit memberikan prolog sebelum pemutaran film malam itu diputar, Din
mengatakan, film produksi MVP Pictures ini berkisah mengenai perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan, beserta sang istri,  Nyai Walidah, adalah satu-satunya pasangan hidup yang diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Film ini menggambarkan perjuangan anak muda yang berambisi mengubah
masyarakatnya dan kemudian menjadi gerakan besar hingga tidak lagi nasional,
melainkan internasional,” ucapnya.

Din mengucapkan terima kasih kepada sang produser sekaligus sutradara film yang berlatarbelakang sebuah kampung bernama Kauman di Yogyakarta tahun 1867-1912 itu. Ia bahkan mendorong kepada produser untuk lekas membuat film ‘Sang Pencerah’ episode kedua.

“Insya Allah tidak akan rugi. Tapi kalau untung, kami dorong untuk memproduksi ‘Sang Pencerah’ kedua, karena yang pertama ini hanya sampai pada pendirian Muhammadiyah. (Muhammadiyah) sampai sekarang termasuk ketua umumnya sekarang ini belum termasuk,” Din berkelakar lagi.

Untuk nonton bareng malam itu, Din juga mengucapkan terimakasih atas kesediaan Boediono untuk menonton film itu. Din mengatakan, Boediono mempunyai hubungan yang terbilang cukup dekat dengan Muhammadiyah.

“Pak Boediono adalah orang yang terlahir dari hasil perjuangan Muhammadiyah,
karena beliau lulusan SD Muhammadiyah. Sehingga di kalangan Muhammadiyah ada
istilah ‘Lihat, tamat SD Muhammadiyah saja sudah jadi Wapres, apalagi kalau
tamat SMU Muhammadiyah,” tutup Din yang kembali mengundang tawa hadirin.

(irw/ape)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: