Kunjungi UMM, Menhan Timor Leste Bernostalgia

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

Menteri Pertahanan Republik Demokratik Timor Leste, Julio Tomas Pinto, Sabtu (26/4) bernostalgia ke UMM. Julio adalah alumni FISIP UMM angkatan 1993 yang dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dalam kunjungan ke UMM ini, Julio ddapuk memberi kuliah tamu kepada 300an mahasiswa FISIP di UMM Dome.”Saya sangat kagum dengan kemajuan UMM. Waktu pertama saya ke sini, gedung-gedung ini belum dibangun, banyak semak-semak di sekitar sini. Sekarang, saya merasa bangga bisa kembali ke UMM,” kenang Julio.

Julio juga mengenang beberapa dosen yang dinilainya telah berjasa membesarkannya. Termasuk dosen yang dulu dianggap killer yang menurutnya itu bagian dari makanan sehari-hari mahasiswa. Kesannya dengan rektor juga mendalam. “Kalau saya demo, yang paling saya takuti adalah pak Muhadjir. Selain jagoan debat, beliau itu juga jagoan duel fisik, jadi kalau demo lebih baik tidak ketahuan beliau,” ulasnya.

Rektor Muhadjir Effendy yang menyambut kedatangannya menyatakan, Julio memang termasuk mahasiswa yang cerdas. Rektor mengakui keaktivan Julio di organisasi kemahasiswaan sempat melampaui batas hingga harus berurusan dengannya bahkan dengan polisi atau tentara. Namun demikian, komitmen Julio pada Muhammadiyah tak diragukan. Seperti di ketahui, Julio adalah mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mulai dari tingkat komisariat hingga pusat. “Jangan lupa, di Timor Leste juga perlu ada Muhammadiyah,” pesan rektor kepadanya.

Dalam kuliah tamu yang berlangsung 2,5 jam, Julio mengupas hubungan RI-Timor Leste. Menurutnya, Indonesia sudah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi sahabat sejati Timor Leste karena posisinya berdampingan. Tidak mungkin bagi Timor Leste akan mengotori hubungan kedua negara itu meski pernah “terluka”.

“Posisi Indonesia sangat strategis bagi Timor Leste. Secara mikro saja, ekonomi Timor Leste banyak digerakkan oleh pedagang-pedagang Indonesia. Di sana, mudah sekali kita jumpai rumah makan Padang, sate Madura, Soto Makasar, dll. Begitu juga tayangan televisi Timor hanya beberapa jam, sedangkan waktu di luar itu yang ada adalah Metrotv, RCTI dll, jadi masyarakat Timor Leste masih sangat dekat dengan Indonesia,” jelasnya.

Usai memberi kuliah, Juluio menerima bingkisan dari dekan FISIP Budi Suprapto. Bingkisan itu berisi antara lain foto kenang-kenangan semasa di UMM dan karikatur tentang Julio. “Tolong jangan lupakan FISIP UMM ya pak Jo,” kata Budi.

Sementara itu dalam pertemuan khusus dengan mahasiswa asal Timor Leste yang berlangsung di Hotel University Inn UMM, malam harinya, Julio meminta para mahasiswa bersungguh-sungguh mengemban amanat negara untuk belajar. Dia memilih UMM sebagai tempat studi para mahasiswa asal Timor Leste karena UMM dipandang mampu mencetak sarjana handal dan kompetitif. UMM, menurutnya, tak hanya memberi ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana belajar memimpin, terampil dan profesional. “Jadi di UMM jangan hanya kuliah saja. Manfaatkan semua forum untuk diskusi, belajar dan aktualisasi diri, jangan emmalukan negara” pintanya di hadapan 24 orang mahasiswa asal Timor Leste.

Jose, salah satu mahasiswa itu, mengaku terpacu dengan keberhasilan Julio. Dia ditunjuk oleh pemerintah melanjutkan studi di UMM karena ingin membangun Timor Leste lebih baik lagi. “Saya tak akan pulang kalau belum berhasil. Kalau saya pulang saya kawatir tak bisa kembali ke Malang lagi,” katanya.sumber:umm.ac.id

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: