Siti Noordjannah Pimpin PP Aisyiyah 2010-2015

Yogyakarta – Siti Noordjannah Johantini terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah periode 2010-2015. Noordjannah didampingi Dyah Sityi Nuraini sebagai Sekretaris Umum.

Terpilihnya Noordjannah juga telah diprediksi oleh para peserta muktamar Aisyiyah. Sebab ketua umum sebelumnya Siti Chamamah sudah dua kali menjabat sebagai ketua umum. Pemilihan anggota formatur maupun penetapan anggota PP Aisyiyah yang berlangsung di Gedung Wana Bhakti Yasa di Jalan kenari, Kota Yogyakarta berlangsung dengan demokratis.

Sesuai mekanisme yang ada dalam aturan organisasi, penentuan ketua umum dilakukan setelah forum muktamar memilih 5 orang formatur. Lima tim formatur adalah Siti Noordjannah Djohantini, Siti Chamamah, Masyithoh Chusnan, Dyah Siti Nuraini dan Shoimah Kastolani. Kelima orang ini kemudian menambah 8 orang anggota untuk melengkapi struktur kepengurusan di Aisyiyah menjadi 13 orang.

Delapan orang nama yang diajak memperkuat struktur kepengurusan PP Aisyiyah yaitu Siti Aisyiyah, Nurni Akma, Trias Setiawati, S.M. Widyastuti, Atikah M. Zakki, Rohimi Zam Zam, Siti Hadiroh Ahmad dan Susilawati. Tiga belas orang inilah yang bersama-sama memilih ketua umum dan sekretaris.

Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP Aisyiyah terpilih menyatakan dalam menjalankan kepemimpinan Aisyiyah lima tahun ke depan pihaknya akan terus menjalankan metode dakwah. Aisyiyah  akan terus berpihak kepada kaum miskin dan anak yatim dan membantu mereka agar bisa mandiri.

“Kita akan terus gelorakan tiap ajaran KH Ahmad Dahlan kepada para murid, miskin itu tak sekedar miskin harta. Ada miskin ilmu, miskin akhlak, miskin kebutuhan hidup. Kita tentu saja akan teruskan model dakwahnya. Islam yang berkemajuan itu adalah ciri gerakan Aisyiyah itu akan mengalir melakukan pencerahan bangsa,” kata Siti Noordjannah.

Sementara itu Siti Chamamah Ketua Umum PP Aisyiyah 2005-2010 menambahkan terpilihnya seorang ketua umum yang baru, menunjukkan bila di tubuh organisasi Aisyiyah ada regenerasi dan punya kader.

Chamamah berharap Aisyiyah ke depan harus terus peka terhadap masalah sosial dan kebangsaan. Kader-kader Aisyiyah diharapkan juga bekerja dengan sungguh-sungguh atau berjihad seperti apa yang dulu pernah dicontohkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.

Ke depan lanjut dia, Aisyiyah juga harus menjaga kepercayaan banyak pihak yang disebutkan dalam kiprahnya telah banyak berperan di bidang beragam amal usaha baik bidang kesehatan, pendidikan, panti asuhan dan melakukan penyadaran peran perempuan.

“Jangan malas dan kikir dalam bekerja dan beramal,” pungkas Chamamah.
(bgs/ape)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: