Penambahan Anggota PP Tergantung Kesepakatan

Yogyakarta – Wacana penambahan anggota Pimpinan Pusat (PP)  Muhammadiyah ditanggapi positif oleh salah satu dari 13 anggota terpilih, Yunahar Ilyas. Penambahan anggota tergantung dari kesepakatan anggota PP Muhammadiyah yang lain.

“Saya sepakat saja, karena itu memang ada dalam AD/ART. Tetapi itu, tergantung kesepakatan saja nanti,” kata Yunahar kepada wartawan disela-sela sidang komisi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Selasa (6/7/2010).

Menurut Yunahar, jika ada penambahan anggota maksimal hanya ditambah 6 orang. Penambahan harus dilakukan dengan berbagai pertimbangan kebutuhan dari aspek kapasitas serta profesionalitas. Penambahan itu juga disesuaikan dengan kebutuhan persyarikatan Muhammadiyah. Dicontohkan, bila dari seluruh 13 PP Muhammadiyah tidak ada yang memiliki kemampuan di bidang bendahara ataupun kesekretariatan, maka tambahan itu sangat perlu.

“Kalau melihat dari hasil semalam, dari 13 itu kan yang paham ekonomi adalah Pak Bambang Sudibyo. Namun, kita juga perlu sosok yang memahami ekonomi namun dari latar belakang pengusaha, maka itu perlu ada tambahan. Misal seperti itu,” kata guru besar UMY itu.

Mengenai kader muda lanjut dia, sudah ada keterwakilannya yakni terpilihnya Agung Danarto Ketua PWM DIY dan mantan ketua Pemuda Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

“Mereka adalah kader muda, Nah, kalau yang diinginkan itu dari IPM atau IMM, mereka belum layak. Masih perlu pematangan dulu untuk bisa menjadi anggota PP Muhammadiyah. Tetapi, kalau dilihat dari alumni IPM atau IMM, juga banyak. Pak Din itu juga alumni IMM,” katanya.

Ditanya mengenai kuota perempuan, menurut dia jika persoalan gender bukan terletak pada fungsi, tapi nilai. Dengan demikian faktor  profesional dan kapabilitas harus dikedepankan untuk melakukan penambahan.

“Jangan melihat gender itu dari sudut sempit. Jika ada perempuan yang sesuai dengan kebutuhan Muhammadiyah, ya pasti kita usulkan. Sejak dulu Muhammadiyah sadar gender, yakni dengan mengaktualisasikan pergerakan perempuan dalam wadah Aisyiyah. Hanya saja, setiap kali muktamar sosok perempuan memang belum terpilih,” katanya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: