Din Syamsuddin Ketua Umum Lagi

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Din Syamsuddin (kanan) dikerumuni wartawan seusai terpilih kembali menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2010-2015 di Gedung Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Lingkar Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (7/7).

Ketua Umum Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini: Aisyiyah Akan Lebih Bersuara ke Depan

Kamis, 8 Juli 2010 | 02:38 WIB

Yogyakarta, Kompas –  Musyawarah 13 anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah terpilih dalam Muktamar Ke-46 Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (7/7), menyepakati Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum dan Agung Danarto sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015.

Din adalah Ketua Umum Muhammadiyah periode sebelumnya, sedangkan Agung adalah Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta.

Ketua Panitia Pemilihan Rosyad Sholeh mengatakan, musyawarah berlangsung sejuk dan damai. Sebanyak 12 anggota PP Muhammadiyah menyerahkan posisi ketua umum kepada calon yang memperoleh suara terbanyak. Seperti diberitakan sebelumnya, Din memperoleh suara terbanyak, yakni 1.915 suara.

Terhadap hasil pemilihan itu, mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah A Syafii Maarif mengingatkan pimpinan baru Muhammadiyah untuk tidak mendekati politik praktis. Pimpinan hendaknya lebih berpihak dan mengedepankan kepentingan persyarikatan.

Syafii mengingatkan pimpinan Muhammadiyah baru itu untuk tidak mendekati politik praktis. Pimpinan juga harus berani saling mengingatkan apabila salah satu dari mereka berupaya menyeret Muhammadiyah ke politik praktis.

Keterlibatan dalam politik praktis dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi pimpinan dalam mengurus persyarikatan. ”Supaya lebih fokus, jangan mendekatkan Muhammadiyah ke politik praktis,” katanya.

Pendapat senada diungkapkan Ketua Komisi Yudisial yang juga Penasihat Majelis Reboan Angkatan Muda Muhammadiyah Yogyakarta Busyro Muqoddas. Menurut dia, para pemimpin harus menjaga jarak dan memiliki hubungan proporsional, etis, dan sinergis dengan semua partai politik. Muhammadiyah tidak perlu terlibat dalam dukung-mendukung dengan partai politik atau calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Menanggapi kritik itu, Din Syamsuddin menegaskan, Muhammadiyah tidak memiliki hubungan dengan partai politik mana pun, termasuk Partai Amanat Nasional. ”Kami tetap tidak punya hubungan dengan parpol,” katanya.

Din juga tidak akan mengubah pola hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah. Hubungan yang dibangun Muhammadiyah dengan pemerintah adalah hubungan proporsional.

Muhammadiyah akan mendukung dan loyal kepada pemerintah, siapa pun presidennya. Namun, sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah tetap mengamalkan amar makruf nahi mungkar atau mendorong kebaikan dan mencegah kemungkaran. Artinya, Muhammadiyah akan mendorong program atau kebijakan pemerintah yang bersifat baik dan memberikan kritik pada kebijakan yang tidak memihak rakyat.

Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto menambahkan, pimpinan akan meneguhkan jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Indonesia yang moderat. Muhammadiyah ingin mengarahkan Muslim Indonesia untuk berpijak pada realitas kekinian yang dihadapi bangsa secara langsung, seperti persoalan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Secara terpisah, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Hotman M Siahaan mengatakan, Muhammadiyah telah menyelesaikan muktamar secara elegan dengan memilih Din Syamsuddin menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah secara musyawarah mufakat. Di samping tetap memegang fatsun persyarikatan, hal itu juga menunjukkan betapa kuatnya organisasi itu menolak kemungkinan intervensi pihak luar.

Aisyiyah akan bersuara

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah 2010-2015 terpilih, Siti Noordjanah Djohantini, menuturkan, selama ini ada kesan perempuan lebih banyak diam untuk menjaga suasana tetap harmonis. Ke depan, Aisyiyah memilih bersuara sehingga pendapat mereka didengar.

”Itu menjadi strategi kami ke depan,” katanya.

Penuturan Siti Noordjanah itu disampaikan menanggapi pertanyaan tentang peran perempuan dalam tubuh Muhammadiyah.

Sebagaimana diketahui, tidak ada satu pun nama perempuan yang masuk daftar calon anggota PP Muhammadiyah. Padahal, sejumlah kalangan menilai, para perempuan yang selama ini menjadi anggota Aisyiyah punya kapasitas menjadi anggota PP Muhammadiyah.

Siti Noordjanah Djohantini terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah pada Sidang Pleno Aisyiyah, Rabu. Pada sidang itu, pemilihan ketua umum PP Aisyiyah dilakukan 13 anggota PP yang terpilih dalam sidang pleno sebelumnya.

Sidang pleno juga memilih Dyah Siti Nuraini sebagai Sekretaris Umum Aisyiyah. Anggota PP Aisyiyah lainnya, masing-masing Siti Chamamah, Masyitoh, Shoimah, Siti Aisyah, Nurni Akma, Trias Setiawati, Siti Muslimah, Atikah M Zakki, Rohimi Zam Zam, Siti Hadiroh, dan Susilahati. (ANO/NTA/MZW/ARA)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: