Wujudkan Spirit KH Ahmad Dahlan Dalam Bermasyarakat

JOGJA – Sebagai umat islam yang dibesarkan dalam wadah persyarikatan Muhammadiah, Drs Haedar Nashir tidak mau berburuk sangka dengan siapa pun termasuk para kader yang masuk dalam nominasi 39 calon tetap anggota PP Muhammadah yang akan dipilih ratusan muktamirin dalam sidag muktamar yang rencananya digelar besok Senin. Khusnuldhon atau positif thinking merupakan prinsip ajaran islam yang selalu ia pegang dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Sebagai kader muda Muhammadiyah, Haedar ingin mengimplementasikan spirit keagamaan yang telah dicita-citakan KH Ahmad Dahlan sesuai dengan pesannya yakni ku titipkan Muhammadiyah kepadamu, hidupilah Muhammadiyah jangan hidup di Muhammadiyah dan kutipan mars Muhammadiyah yang berbunyi islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku. Haedar ingin membawa Muhammadiyah untuk menuju kebaikan dan amal soleh bagi seluruh umat manusia di seluruh penjuru dunia.

“Saya akan mengamalkan ajaran islam melalui media gerakan Muhammadiyah dengan tulus dan iklas serta menghindari konflik interes (benturan kepentingan pribadi). Memasuki usianya abad kedua, Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan sosok kader yang memiliki keahlian melainkan lebih dari itu yakni sebuah sikap responsibility atau rasa tanggungjawab yang dimiliki kader tersebut terhadap nama baik Muhammadiyah. Ditengah kultur masyarakat yang banyak mengikuti pragmatisme, ingin sukses tapi seketika. Maka, saya menyerahkan sepenuhkan kepada muktamiri. Saya tidak ingin kedudukan, tapi bila muktamiri dan warga Muhammadiyah pada umumnya memberkan tanggungjawab kepada saya. Maka saya akan memegang amanat tersebut,” tegas Haedar.

Bersama para kader dan tokoh yang berada di daerah, Haedar akan bersama-sama mengembangkan Muhammadiyah untuk mencapai sebuah puncak keemasan sepanjang perjalanan Muhammadiyah seperti pada zaman kepemimpinan AR Fachrudin yang santu dan tegas. Kultur tanggungjawab akan kami tanamkan kepada seluruh kader Muhammadiyah sampai dengan tingkat pelosok daerah dan ini sudah dibuktikan mereka yang bekerja tanpa pamrih.

“Sikap tanggungjawab ini harus selalu direkatkan dan dipelihara, supaya niat baik, ketulusan dan penghikmatan atas tanggungjawab menjadi gelombang besar sehingga membuat Muhammadiyah tetap besar. Dan tak kalah pentingbnya, Muhammadiyah dapat memberi kontribusi yang besar ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga terwujud sebuah perdamaian,” papar Haedar.

Sebagai salah satu kader Muhammadiyah yang masuk dalam daftar 39 kandidat. Haedar mengajak kepada segenap para kandidat dan diantara 13 anggota PP Muhammadiyah terpilih untuk selalu bersatu pada membangun Muhammadiyah dengan struktur kepemimpinan yang bersifat kolektif dan kolegian. Kelak siapa pun yang menjadi ketua umum PP Muhammadiyah harus mengedepankan kepemimpinan yang kolektif dan kolegial. Kalau pun ada dinamika kepemimpinan itu merupakan suatu yang wajar sepanjang tidak melampaui tradisi yang selama ini ada dalam Muhammadiyah.

“Sifat kepemimpinan yang kolektif dan kolegial itu sudah teruji dan terbukti bertahan lama. Memang dari sisi negatifnya karena lambat dalam pengambilan keputusan. Tapi keterlambatan itu ada pula sisi positif yang jauh lebih besar yakni untuk menghindari kepentingan pribadi. Kalau ada masukan dan pandangan yang lain itu merupakan sesuatu yang biasa. Dengan demikian, menajemen kolektif dan kolegial yang berbasis dinamisasi bisa digerakan. Itu merupakan perpaduan yang bagus.

Ada tiga hal yang menjadikan Muhammadiyah tetap besar yaakni manajemen pengendalian fungsi-fungsi regulasi organisasi, kedua fungsi-fungsi pelayanan sosial dan keumatan dak ketiga fungsi-fungsi strategis yakni mengembangkan organisasi menjadi lebih maju, lebih dinamis. Jika ketiga ini dilakukan oleh sang ketua umum bersama para anggota PP Muhammadiyah, maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” terangnya.

Sebagai kader Muhammadiyah, Haedar juga memilih istiqomah kepada tujuan organisasi dan kebijakan-kebijakan untuk membentengi warga Muhammadiyah dari politik praktis. Dengan istiqomah tersebut ia percaya Muhammadiyah akan selama. Selama ini, apa yang dilakukan Muhammadiyah dalam pesta demokrasi pemilu selalu sama. Muhammadiyah memberikan ruang bagi kadernya untuk menduduki kekuasaan di pemerintahan, tapi syaratnya harus melalui parpol politik bukan organisasi Muhammadiyah.

“Secara organisasi Muhammadiyah tetap berada pada koridor di tengah, tidak memihak. Tapi menyerahkan sepenuhnya warga Muhammadiyah utuk menjauhkan pilihannya kepada siapa atau parpol mana,” terang dosen Fisipol UMY ini. (mar

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: