Muhammadiyah Bebas dari Intervensi

Jakarta, Kompas – Muktamar Ke-46 Muhammadiyah yang akan digelar di Yogyakarta, 3-8 Juli, mengagendakan pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bebas dari intervensi penguasa. Budaya dukung-mendukung calon pimpinan juga dipastikan tidak akan terjadi dalam muktamar yang bertepatan dengan satu abad usia persyarikatan itu.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam jumpa wartawan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/4), mengungkapkan bahwa sudah ada yang mengingatkan tentang kemungkinan adanya intervensi dalam muktamar. ”Memang ada yang mengingatkan, tapi saya tidak yakin (intervensi) itu ada,” katanya.

Din memahami jika ada pihak-pihak yang ingin mengintervensi pemilihan PP Muhammadiyah. Pasalnya, Muhammadiyah adalah organisasi besar yang memiliki banyak massa sehingga wajar banyak pihak yang berkepentingan dengan persyarikatan yang dicetuskan oleh KH Ahmad Dahlan itu.

Namun, menurut Din, intervensi dari siapa pun, termasuk dari penguasa atau pemerintah, tidak akan memengaruhi pilihan warga Muhammadiyah. Kader Muhammadiyah masih memiliki moral yang baik sehingga akan memilih sesuai hati nurani.

Selain itu, mekanisme pemilihan pimpinan persyarikatan diyakini bisa menangkal upaya intervensi. ”Mekanisme pemilihan yang kami miliki mudah-mudahan bisa menjadi upaya pertahanan diri. Insya Allah Muhammadiyah tetap punya kemandirian,” katanya.

Tidak seperti organisasi kemasyarakatan lainnya, Muhammadiyah tidak mengenal pemilihan ketua umum secara langsung. Anggota tanwir yang terdiri dari pengurus pusat dan wilayah hanya bisa memilih 13 anggota pimpinan pusat. Pemilihan ketua umum diserahkan kepada 13 anggota pimpinan pusat terpilih. Mereka sendiri yang akan memilih siapa yang layak menjadi ketua umum, sebelum diajukan ke muktamar.

Persiapan

Wakil Ketua Panitia Pusat Muktamar Dasron Hamid mengatakan, persiapan muktamar terus dilakukan. Sebuah bangunan baru disiapkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dijadikan pusat pelaksanaan muktamar.

”Kami membangun Sportorium, semacam auditorium berkapasitas 5.000 orang. Sebenarnya untuk kegiatan mahasiswa, seperti pertemuan dan olahraga, tapi akan kami gunakan juga untuk muktamar,” katanya.

Muktamar satu abad Muhammadiyah itu diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 22 miliar-Rp 23 miliar. Seluruh biaya ditanggung oleh kas persyarikatan dan bantuan kader. PP Muhammadiyah tengah menggalakkan Gerakan Infak Rp 2.000 di seluruh amal usaha, termasuk di sekolah-sekolah Muhammadiyah. (NTA)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: