Muhammadiyah tak Mau Tergesa Bahas Fatwa Haram Rokok

JAKARTA-Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan Muhammadiyah tidak mau tergesa-gesa dalam membahas fatwa haram rokok terbitan Majlis Tarjih lembaga itu. Alasannya, ormas Islam itu menginginkan pembahasan dan penerapan fatwa bersifat mempermudah, edukatif, dan bertahap.

Dengan demikian, masyarakat bisa mengikuti fatwa berdasarkan kesadaran sendiri dan bukan paksaan. Ini (fatwa haram rokok) kan masih digodok Majlis Tarjih dan PP Muhammadiyah. Langkah selanjutnya bagaimana? Kita tidak mau tergesa-gesa, katanya kepada Republika, Jumat, (19/3).

Haedar menyebutkan, alasan belum ingin tergesa-gesa dalam membahas fatwa haram rokok karena ormas Islam itu ingin memastikan penerbitan fatwa bersifat mendidik bagi masyarakat. Selain itu, penerapan fatwa juga diharapkan mempermudah masyarakat dalam melaksanakan ajaran Islam.

Karena itu, proses pembahasan dan penerapan fatwa mungkin bisa memakan waktu cukup lama. Jadi, kita ingin ada tiga prinsip, edukatif, mempermudah, dan bertahap. Intinya kita tidak ingin mempersulit tapi mempermudah, katanya.

Haedar berharap penggunaan tiga prinsip bisa membuat masyarakat lebih menerima fatwa diterbitkan Muhammadiyah secara sadar. Hal itu terutama karena penerbitan fatwa oleh sebuah Ormas Islam sebetulnya tidak bersifat mengikat mutlak. Hal ini berbeda dengan regulasi pemerintah yang bersifat mengikat dan mengandung ancaman pidana bila tidak dipatuhi.

Karena itu, menurut Haedar, PP Muhammadiyah hingga kini belum ada agenda pleno membahas fatwa haram rokok. Bahkan, dalam Munas Majlis Tarjih 1-4 April mendatang di Malang, fatwa tersebut juga tidak menjadi agenda pembahasan. Masih ada masalah keagamaan yang jauh lebih penting untuk dibahas misalnya fiqh anti korupsi, fiqh keadilan gender, dan beberapa masalah lainnya, katanya yang menyebutkan Munas akan diikuti peserta dan cendekiawan muslim dari seluruh majlis tarjih tingkat provinsi.

Menyikapi polemik masyarakat terkait fatwa haram rokok, Haedar menilai hal itu adalah biasa dalam kehidupan berdemokrasi. Yang jelas, Muhammadiyah tidak ingin tergesa-gesa dalam membahas fatwa haram rokok Majlis Tarjih melalui pleno PP Muhammadiyah.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: