Langgar KH Ahmad Dahlan akan Dijadikan Museum Muhammadiyah

YOGYAKARTA–Langgar atau mushola yang didirikan pertamakali oleh KH Ahmad Dahlan dalam perjuangannya mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta akan dijadikan bagian dari museum Muhammadiyah yang rencananya akan didirikan di Yogyakarta. Langgar tersebut akan dijadikan monumen pengingat perjuangan pendiri Muhammadiyah tersebut dalam membenarkan arah kiblat sholat di Yogyakarta.

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, dari gedung kecil tersebut KHA Dahlan telah menghasilkan sebuah persyarikatan yang saat ini menjadi besar dan dikenal di dunia global. Bahkan kata Din, melalui gedung kecil itu KHA Dahlan kemudian dikenal sebagai tokoh pembaruan Islam hingga saat ini. “Dari gedung inipula KHA Dahlan juga telah meluruskan arah kiblat yang kemudian ditiru oleh masjid dan mushola lain di Indonesia,” papar Din Syamsuddin saat meresmikan renovasi langgar KHA Dahlan tersebut di Kauman, Yogyakarta, Jumat (19/3).

Menurutnya, banyak usulan jika kantor PP Muhammadiyah di Kauman Yogyakarta dijadikan museum Muhammadiyah. Jika hal itu diwujudkan maka mushola KHA Dahlan tersebut akan menjadi bagian dari museum Muhammadiyah tersebut. Karena selain langgar di kompleks itu juga terdapat sekolah pawiyatan pertama yang didirikan KHA Dahlan di Yogyakarta dan terdapat rumah pendiri Muhammadiyah tersebut.

Museum Muhammadiyah itupun, menurutnya, akan berfungsi secara modern dan dilengkapi dengan perpustakaan digital sehingga masyarakat yang menginginkan data tentang Muhammadiyah akan memperoleh dengan lengkap di museum itu. Hanya saja kata dia, permasalahannya saat ini Kantor PP Muhammadiyah di Kauman masih digunakan sebagai kantor beberapa organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom) sehingga jika kantor itu digunakan sebagai museum maka Ortom tersebut harus dibangunkan kantor baru.

Sementara itu cucu Lakilaki tertua KHA Dahlan, Sofwan Masykur dalam kesempatan itu mengatakan, langgar dan sekolah pawiyatan KHA Dahlan tersebut telah 35 tahun tak digunakan. Setelah direnovasi, kata dia, mushola itu akan difungsikan sebagaimana awalnya untuk kegiatan mengaji masyarakat sekitar di kantai 2 dan di lantai satu digunakan untuk memajang foto-foto dan dokumentasi perjuangan KHA Dahlan saat mendirikan Muhamamdiyah di Yogyakarta.

“Mushola ini memang pernah dirobohkan saat ada pertentangan arah kiblat, tetapi kemudian dibangun kembali. Kita berharap mushola ini tetap sebagai bagian dari sejarah berupa cagar budaya dan jangan di keramatkan,” terangnya.

Hal senada diungkapkan civit KHA Dahlan Munichy B Edreess. Menurutnya renovasi itu dilakukan bukan dengan maksud lain tetapi untuk lebih memfungsikan bangunan warisan KHA Dahlan tersebut. “Ini sebagai penanda atau pengingat bahwa disini pernah lahir persyarikatan Muhammadiyah yang saat ini telah menjadi organisasi yang besar dan dikenal di dunia,” paparnya.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dengan renovasi langgar tersebut salah satu cagar budaya di Yogyakarta akan terselamatkan dan bisa dinikmati sebagai wisata sejarah oleh masyarakat yang datang ke Yogyakarta. Pemkot sendiri, menurutnya, membantu pendanaan dalam renovasi langgar dan sekolah pawiyatan milik KHA Dahlan tersebut.Dana itupun menurutnya akan diambilkan dari dana APBN KOta Yogyakarta untuk mensuport kegiatan Muktamar Muhamamdiyah di Yogyakarta Juli 2010 mendatang sebesar Rp 2,5 miliar. Yulianingsih

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: