Saatnya Muhammadiyah Berbenah

Gresik, Kompas – Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais mengingatkan, Muhammadiyah kini menapaki abad kedua usianya. Karena itu, Muhammadiyah harus berbenah, meningkatkan semangat berjihad, dan berkorban demi kesejahteraan masyarakat.

Amien menjelaskan, saat Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan 100 tahun lalu, kondisi masyarakat Indonesia belum maju seperti kini. Spirit pendiriannya untuk menegakkan agama Islam. Pada masa penjajahan, Islam dipojokkan dan masyarakat masuk kelas dua. Saat itu, masyarakat hidup dalam masa feodal.

Saat ini, jarak antarkota terasa dekat, transportasi mudah, dan teknologi komunikasi luar biasa. Kini era internet, telepon canggih, dan pesawat terbang tersedia setiap saat. ”Tak ada alasan tidak maju dalam 65 tahun Indonesia merdeka. Yang perlu dipikirkan dan disiapkan adalah apa yang mesti dikerjakan dalam konteks zaman yang banyak berubah,” kata Amien pada peringatan ”Satu Abad Milad Muhammadiyah” di Alun-alun Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (28/2).

Tantangan bangsa ini kian berat. Amien memaparkan, pada era global banyak masalah, termasuk ledakan jumlah penduduk yang setiap hari ratusan ribu orang. Setahun penduduk dunia bertambah 157 juta orang. ”Di Indonesia saja, setiap hari rata- rata yang lahir 8 orang dan meninggal 3 orang,” katanya lagi.

Selain itu, ada juga gejala kekurangan bahan pangan. Kebutuhan sagu, gandum, dan padi tak sebanding dengan percepatan produksi. Konsumsi terhadap energi minyak dan gas juga lebih cepat dari persediaannya sehingga harga naik terus. Rusaknya lingkungan daratan dan lautan juga mengancam.

Masalah sosial, muncul kesenjangan ekonomi, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Saat ini juga terjadi krisis moral dan krisis peradaban. Kejahatan meningkat, orang membunuh manusia seperti membunuh semut.

Dalam kondisi tantangan seperti itu, menurut Amien, Muhammadiyah seharusnya menjadikan Al Quran sebagai tuntunan abadi. Al Quran menuntun manusia untuk amar makruf nahi mungkar, menegakkan kebenaran mencegah kemungkaran.

Umat Islam harus menjadi sebaik-baik umat manusia yang beriman dengan sungguh-sungguh dan selalu bisa mengoreksi dan introspeksi diri. Umat Islam juga adalah umat pertengahan atau moderat yang bisa jadi rujukan referensi syuhada, karena bisa jadi teladan. ”Inilah refleksi 100 tahun Muhammadiyah,” kata Amien.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim M Syafik Mughni menambahkan, dalam satu abad milad Muhammadiyah, perlu diingat, reformasi adalah bagian dari tajhid atau upaya Muhammadiyah. (aci)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: