Din Syamsudin: Standar Kelulusan di Desa dan Kota Berbeda

!

PRIYOMBODO/KOMPAS IMAGES

Din mengatakan kelemahan sistem UN adalah penyeragaman standar kelulusan, sehingga perlu ada modifikasi yang lebih relevan untuk UN

SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin tidak menyetujui standar kelulusan diseragamkan lewat ujian nasional atau UN.

“Standar kelulusan antara kota dan desa itu beda. Karena itu, saya tak setuju kalau ujian untuk siswa di kota dan desa diseragamkan,” ujarnya di sela-sela pencanangan gerakan infaq untuk Muktamar Mandiri dan Satu Abad Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, Selasa (12/1/2010).

Didampingi Ketua Pengda Muhammadiyah (PDM) Surabaya Syaifuddin Zaini, Din mengatakan bahwa kelemahan sistem UN adalah penyeragaman standar kelulusan. Dia mengatakan, semestinya perlu ada modifikasi yang lebih relevan untuk UN karena ada perbedaan standar antara kota dan desa.

Dalam kesempatan itu pula, Din menyarankan bahwa perguruan tinggi seharusnya memiliki otonomi untuk menyeleksi calon mahasiswa sendiri. “Jadi, standar seleksi masuk perguruan tinggi itu jangan diseragamkan,” katanya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: