Politik Harus Dibingkai Nilai Agama

JAKARTA — Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek ajaran Islam dalam urusan keduniaan. Hal ini dinyatakan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam dialog Kader Politik Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (13/11).

Haedar menyatakan, politik itu harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. ”Diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurut Haedar, selama ini, Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Ini, kata dia, dilaksanakan dengan jalan memengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.

”Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban,” kata Haedar di hadapan sejumlah anggota DPR dan DPD yang berasal dari kader Muhammadiyah.

Pada kesempatan tersebut, Haedar meminta anggota atau kader Muhammadiyah yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh. Tentunya, kata dia, dengan mengedepankan tanggung jawab, akhlak mulia, keteladanan, dan perdamaian.

Aktivitas politik, jelas Haedar, harus sejalan dengan upaya memperjuangkan Persyarikatan Muhammadiyah dalam melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, menekankan pula kader Muhammadiyah yang menjadi wakil rakyat agar mampu melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Yunahar mengatakan, hal terpenting adalah bagaimana mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya melalui jalur kader-kader Muhammadiyah yang duduk di DPR dan DPD. Dengan demikian, mereka yang sekarang menjadi wakil rakyat mampu berbuat banyak untuk kepentingan lebih luas.

”Bagaimana misalnya kita bisa meningkatkan pendidikan keagamaan di tengah-tengah masyarakat dan juga menyejahterakan rakyat,” kata Yunahar. Ini bisa dilakukan oleh kader Muhammadiyah yang menjadi wakil rakyat dengan mendorong kebijakan-kebijakan yang benar-benar membela kepentingan rakyat.

Yunahar berharap, kader Muhammadiyah mampu mewujudkan hal tersebut. Dengan demikian, Muhammadiyah melalui kadernya mampu memberikan kontribusi penting dan manfaat bagi umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia. Mereka bisa mendorong kebijakan-kebijakan yang menampung kepentingan rakyat. rahmat sb ed:ferry

(-)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: