Muhammadiyah Perkuat Dukungan untuk SBY

ANTARA/WIDODO S JUSUF
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kanan) bersama penasihat PP Muhammadiyah Amien Rais (kedua dari kiri), Wakil Ketua MPR AM Fatwa (kanan), dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa menghadiri acara buka puasa bersama Keluarga Besar Muhammadiyah di Jakarta, Senin (14/ 9) .

Muhammadiyah dan Partai Amanat Nasional bertekad memperkuat dukungan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono lima tahun mendatang. Terkait hal itu, Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Indonesia Bersatu, akan dicalonkan sebagai Ketua Umum PAN.

Hatta saat ini adalah anggota Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN). Ia pun menjabat Ketua Tim Nasional Pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada pemilu presiden-wakil presiden lalu.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN Amien Rais menuturkan hal itu, Senin (14/9), pada acara buka puasa bersama keluarga besar Muhammadiyah dan Presiden Yudhoyono. Acara itu dihadiri pengurus PAN, termasuk Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin justru tak tampak hadir.

Amien mengemukakan, pada Kongres PAN mendatang Hatta akan menjadi salah satu calon kuat ketua umum. ”Pak Hatta sekarang (menteri) Sekretaris Negara. Kalau mau jadi setneg yang bagus, memang harus jadi sekjen partai dulu. Sekarang namanya juga termasuk calon yang paling kuat untuk melanjutkan dukungan PAN,” ujarnya. Hatta menjabat Sekjen PAN pada periode 2000-2005.

Amien menekankan, forum silaturahim itu juga dimaksudkan untuk memperkuat dukungan Muhammadiyah pada pemerintahan yang akan kembali dipimpin Yudhoyono pada lima tahun mendatang.

”Kita mempererat dukungan kepada Presiden sebagai kepala pemerintahan. Apalagi, terus terang kemarin ada sedikit gesekan, barangkali antara Muhammadiyah dan ya kita tahulah. Tetapi yang sudah, ya sudah. Kita lihat ke depannya,” kata Amien, yang juga mantan Ketua PP Muhammadiyah.

Menurut Amien, Muhammadiyah berkepentingan untuk turut menyukseskan kepemimpinan nasional mendatang, sebagai perwujudan dari komitmen berbagi tanggung jawab atas masa depan bangsa.

”Saya tidak menggarisbawahi pentingnya berbagi kekuasaan, tetapi berbagi tanggung jawab. Ini lebih penting bagi Muhammadiyah,” ujarnya.

Yudhoyono menyambut hangat pernyataan Amien itu. ”Kadang-kadang kami berbeda pendapat, kadang ada masalah yang kami melihat dari sisi berbeda, tetapi kami tetap bersahabat,” katanya.

Presiden Yudhoyono juga mengingatkan, di tengah tekanan krisis global, dibutuhkan kebersamaan segenap komponen bangsa, termasuk pemerintah dan Muhammadiyah, untuk menjawab tantangan itu. Karena itu, komitmen untuk berbagi tanggung jawab dalam bersama-sama membangun bangsa patut dipegang teguh. (DAY)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: