Komentar2 Muhammadiyah Amien dan SBY

2008021404425111

M. Yan Ahmad @ Selasa, 15 September 2009 | 14:34 WIB
eala…dari awal saya kagum pak Kyai Amien Rais yg selalu kritis. Tapi..Jangan bawa-bawa Muhammadiyah. Ingat politik Muhammadiyah yg anda bawa ! Impact-nya!
Haedar @ Selasa, 15 September 2009 | 13:55 WIB
Pak Amien sebaiknya tidak bawa-bawa nama Muhammadiyah, cukup bawa nama PAN saja. Ingat pesan Ahmad Dahlan….!!
kafka @ Selasa, 15 September 2009 | 12:28 WIB
PAN pada awalnya mempunyai partai dengan integritas yang menjajikan, saat ini, partai ini semakin kerdil baik dalam fungsi maupun tokohnya….thanks 2 Amien..!
macgreco @ Selasa, 15 September 2009 | 12:02 WIB
saya bukan pengagum Pak Amien, tapi saya rasa kita belum bisa menerima seorang Amien dengan seluruh pemikirannya yang “nyeleneh”, meski kadang kebablasan.
zaenal @ Selasa, 15 September 2009 | 11:53 WIB
muhammadiyah lebih besar dari sby, ngapain ikutan latah mendukung, iya klo bener kalo keblinger… min min
sam @ Selasa, 15 September 2009 | 11:43 WIB
kenapa din syamsuddin gak hadir? jawabannya: mnghadiri pernikahan hanung-zaskia…
elo @ Selasa, 15 September 2009 | 11:02 WIB
Amin …. Amin … mau jadi apa lagi sampeyan
Indra Jaya Mochtar @ Selasa, 15 September 2009 | 07:52 WIB
kami sebagai putera sumbagsel mendukung pencalonan Hatta Rajasa sebagai Ketum PAN
imam @ Selasa, 15 September 2009 | 07:12 WIB
saya pengagum pak amin, tapi lama2 kok….”esuk dhele sore tempe”. gak konsisten, membingungkan.
imam @ Selasa, 15 September 2009 | 07:12 WIB
menurut saya muhammadiyah jangan ditarik ke pusaran kekuasaan. tetap di luar dan tetap kritis. btw, ada apa dengan pak din nih…kok gak hadir?
Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: