Kultur Indonesia Harmoni, Bukan Teroris

dm

Kultur masyarakat Indonesia harmoni dan bukan teroris. Itu sebabnya, semua agama yang masuk ke Indonesia cenderung menjadi sinkretis.

Hal tersebut disampaikan pengurus Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam ”Tadarus Kebangsaan Ramadhan 1430 H, Pluralisme, Film Si Anak Kampoeng, dan Terorisme” di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Jumat (4/9).

”Masyarakat juga sikapnya setengah mengolok-olok ketika polisi serius memburu teroris. Ada yang bilang teroris itu, kan, teh roris,” katanya.

Abdul Mu’ti melanjutkan, ketika ada bencana alam, orang mungkin lebih banyak melakukan wisata bencana ketimbang membantu. ”Ada rasa kemanusiaan yang tereduksi. Dan, inilah paradoks, dalam pemberantasan teroris, ketika polisi serius dengan segenap peralatan antiterornya malah jadi bahan tertawaan. Karena memang kultur kita harmoni. Di Indonesia ini, jangankan menjadi teroris, menjadi oposisi saja sesungguhnya tidak ada yang berani,” ujarnya.

Solusinya, menurut Mu’ti, adalah dengan pendekatan sosial dan pendidikan. Anak muda kita harus lebih banyak saling bergaul dalam masyarakat yang pluralistik ketimbang membentuk masyarakat eksklusif dan monolitik.

Sebelumnya, guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno mengatakan, terorisme itu polisi yang menindaknya. Ia memperkirakan, ancaman itu masih akan lama karena wilayah negara Indonesia yang sangat luas belum bisa dikontrol. ”Namun, jangan terorisme diberi bobot yang terlalu besar. Masih lebih besar bahaya kecelakaan dalam perjalanan menuju Marriott ketimbang bom di Marriott itu,” ujarnya.

Guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, mengatakan, masa depan kebangsaan ini akan ditentukan oleh Islam wasathiyah atau kelompok-kelompok jalan tengah.

”Peran kelompok jalan tengah tetap akan menjadi faktor determinan negeri ini. Apalagi, organisasi jalan tengah sudah mengutuk terorisme yang dialami bangsa ini,” ujarnya. (MAM)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: